Monday, November 2, 2020

Elizabethtown

 


Written and Directed by Cameron Crowne
Distributed by Paramount Pictures
Starring: Orlando Bloom (Drew Baylor), Kirsten Dunst (Claire Colborn), Susan Sarandon (Hollie Baylor)
Release date : September 2005

This is one of my favorite movie!!! 
Film ini recomended banget buat yang punya jiwa bebas. Tapi juga sangat recomended untuk yang sedang depresi, merasa masalah kalian terlalu berat, merasa dunia ini tidak adil, merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan di dunia ini, Well, justru ini yang menjadi awal cerita dan dirasakan  Drew Baylor (Orlando Bloom) di film ini. 

Drew Baylor adalah seorang designer sepatu terkenal yang baru saja merugikan perusahaan sebesar 1 billion dolar. Dipecat, dipermalukan oleh bosnya, semua teman-teman yang tadinya ikut berpesta saat kebersahasilannya mendadak menjauhinya, bahkan pacarnya sendiri ikut mencampakkanya, dan parahnya lagi, berita sepatu kegagalannya akan segera diterbitkan di majalah nasional. ouch!! Sesaat sebelum ia bunuh diri, adiknya menelpon dan memberi kabar bahwa ayahnya meninggal dunia dan ia harus segera ke kota tempat jenazah ayahnya berada, memakaikan jas biru kesukaan ayahnya, mengkremasi ayahnya, kemudian membawa abunya pulang ke rumah. Hemm,, that's even worst, right?! 


Akhirnya Drew menunda keinginannya untuk bunuh diri dan pergi ke sebuah kota bernama Elizabethtown untuk menjemput jenazah ayahnya. Di dalam pesawat, ia bertemu dengan pramugari cerewet bernama Claire Colborn, awalnya ia merasa terganggu dengan kehadiran Claire, tapi sifat supel dan extraordinary yang dimiliki Claire justru membuatnya nyaman. Claire bahkan membuatkannya peta menuju kota Elizabethtown plus nomor handphonennya.

Film ini tidak hanya menampilkan hubungan tidak biasa antara Drew dan Claire, tapi juga mengangkat arti sebuah keluarga yang sesungguhnya. (That's why I love it) 

Kota Elizabethtown ternyata merupakan kota kenangan bagi drew dan keluarganya. Drew menemukan banyak pelajaran berharga dari kota ini. Di kota ini, Drew bertemu dengan keluarga dari ayahnya, dan orang-orang yang sangat mencintai ayahnya. Sayangnya, keluarga besar ini kurang menyukai ibu Drew, Hollie Baylor. Itu artinya, satu tugas lagi untuk Drew yaitu sebagai penengah antara mereka. 


Ditengah-tengah semua masalah Drew, ada Claire yang selalu menemani Drew di kota ini. Mereka mengobrol selama berjam-jam melalui telepon, jalan-jalan tengah malam, melihat matahari terbit berdua dan melakukan hal-hal gila lainnya. Dengan sifatnya, Claire bagaikan air di tengah gurun sahara bagi Drew. Banyak Quotes dan moments yang saya suka dari film ini. This one is my favorite:


Claire: So, you failed.
Drew: No, you don't get it.
Claire: All right, you really failed. You failed, you failed, you failed. You failed, you failed, you... You think I care about that? I do understand. You're an artist, man.
Your job is to break through barriers. Not accept blame and bow and say: "Thank you, I'm a loser, I'll go away now." "Phil's mean to me..." So what?
Drew: I don't cry.
Claire: You want to be really great? Then have the courage to fail big and stick around. Make them wonder why you're still smiling. That's true greatness to me.
But... don't listen to me, I'm a Claire.

 


Bagian terbaik dari film ini adalah road trip scrapbook yang diberikan Claire untuk Drew sebagai teman perjalanan saat Drew kembali dari Elizabethtown. Claire mencatat semua tempat-tempat yang menarik yang harus dikunjungi Drew disepanjang perjalanan, lengkap dengan peta, cerita, dan soundtrack untuk menemani perjalanan Drew. (Salut sama usahanya ya) Di perjalanan ini, Drew kembali mengenang sosok ayahnya...





Masih banyak moment indah, ide-ide, dan pesan-pesan yang bisa didapat dari film ini. Terlebih mengenai hubungan Drew dan Claire yang tidak biasa. akhir kata,

"Trust me, Everybody is less mysterious than they think they are"

No comments:

Post a Comment

Created by Anisyah Surya. Powered by Blogger.