Friday, January 22, 2021

KIDOS PLAYROOM : MERAKIT PEROSOTAN DAN AYUNAN

January 22, 2021 0




Masa Pandemi yang ternyata sangat panjang ini membuat saya merasa kasihan dengan anak-anak yang terpaksa harus ikut dibatasi ruang bermainnya. Apalagi kedua anak saya masih di rentang golden ages. Seharusnya usia ini mereka bisa bermain dengan teman-temannya untuk melatih sosialisasi atau bermain di playground dan taman bermain untuk memaksimalkan perkembangan motorik mereka. Tapi saat ini, melindungi kesehatan mereka jauh lebih penting dari itu semua. Jadilah keinginan saya untuk membuat playroom anak-anak di rumah eyang semakin menggebu - gebu. Untungnya hal ini disambut baik oleh anggota keluarga lain yang akhirnya ikut patungan untuk beli mainannya. hueheheheheheeee... #MommieHappy




Mainan Pertama yang terlintas di otak saya ketika membicarakan Playroom adalah Perosotan dan ayunan. Kedua mainan ini harus ada di playroom mengingat kakak suka sekali meluncur. Setelah riset sana sini, dan kebetulan teman kantor baru saja beli ini dan katanya recomended, akhirnya saya jatuh hati dengan Parklon 5 in 1 multifunction combination slide ini. Selain kokoh, bahannya aman, pinggiran perosotannya juga terdapat pembatas yang cukup aman untuk mencegah anak jatuh ke samping. Selain itu, karpet evamat puzzle jg jadi piihan saya untuk alasnya. walaupun ternyata yang saya beli terlalu tipis. hiks. Sengaja saya beli berbagai warna untuk mengenalkan warna kepada anak - anak.


 
 
Karena barangnya cukup besar, akhirnya kami memutuskan untuk pick up langsung ke tokonya. Begitu di unboxing, WOW ternyata banyak sekali part nya. Ditambah baut dan pelengkapnya yang kecil - kecil sudah membuat saya pusing duluan melihatnya. Urusan rakit - merakit memang akan selalu jadi tugas para lelaki di keluarga. termaksud 2 lelaki cilik ini yang ga mau ketinggalan serunya merakit perosotan mereka.




Pertama - tama, pak suami dan adik saya merakit bagian perosotannya terlebih dahulu. Walaupun terkadang agak bingung tapi sepertinya sudah menjadi bakat mendarah daging pak suami dalam hal perakitan. Adik saya yang seorang gamer sejati saja sampai ikut penasaran. Kakak juga tidak mau kalah, selalu membawakan potongan - potongan mainan ke ayahnya walaupun belum saatnya dipasang.




Setelah bagian perosotan jadi, langsung rakit bagian ayunannya. Tidak lupa, kakak test drive dulu di perosotan yang sudah jadi. Karena mainan ini 5 in 1, jadi selain ayunan dan perosotan, ada juga gawang untuk bermain sepak bola, ring basket dan juga papan dart. Sementara yang lain merakit bagian yang besar, Tante membantu memompa bola. Eyang kung juga terlihat mulai membantu memasang baut.




Yay! ayunannya sudah jadi. setelah dipastikan semua sudah kencang dan aman, adek mulai coba ayuannya deh. Adek terlihat senang sekali berayun - ayun. Meskipun tidak lama senangnya. karena adek cepat bosan dan memilih turun untuk main dengan bagian - bagian lain yang masih berserakan.




Tidak lengkap rasanya kalau tidak ada yang menangis ya. hahahaha... Karena penasaran dengan ayunannya, atau sengaja ingin usil dengan adiknya, kakak mendorong ayunan kuat sekali dari arah depan tapi sambil jongkok dan tidak beranjak dari tempatnya. alhasil ketika ayunannya berayun kembali ke arah depan, jatuhlah kakak dengan kepala terantuk ayunannya. Mungkin ayunannya mau kenalan dulu kalo kata orang tua jaman dulu. 




Akirnya setelah beberapa jam perakitan, jadi deh mainannya. Kali ini seadanya dulu. Insya Allah nanti akan di dekor lagi ruang bermainnya biar terlihat lebih bagus dan menarik jadi anak - anak semakin betah main di rumahnya. Rencananya, saya akan menambahkan beberapa beanbag, rak buku dan juga tenda anak. Jadi sambil menjaga anak bermain, sekaligus bisa bersantai disini.





Salam Sayang,










Friday, January 15, 2021

KEGIATAN DIKALA PANDEMI : PANEN CABE DI RUMAH

January 15, 2021 0

 

Di rumah saya yang mungil ini masih terdapat sedikit lahan yang berukuran sekitar 1,5 x 2 m. Awalnya sih saya membayangkan lahan ini akan menjadi taman mungil yang cantik. Di tengahnya ditumbuhi satu pohon bunga kamboja yang eksotis biar terasa seperti di Bali. lalu dibawahnya ditumbuhi rumput jepang mini yang lebat dan juga ada beberapa tumbuhan yang bisa digunakan untuk masak atau tumbuhan obat-obatan. Tapi karna kesibukan dan lain hal membuat rebahan terlihat lebih menggoda di waktu senggang. Alhasil Rumput dan beberapa tanaman akhirnya mati karna tidak telaten mengurusnya. Hanya tersisa 3 tanaman yang Alhamdulillah tumbuh sangat subur. Bunga Kamboja, Daun Pandan dan Pohon Cabe.




Kalo kata orang - orang, Pohon cabe di rumah saya ini aneh. Karena Pohonnya Tinggi sekali. Setinggi pohon kamboja di sebelahnya. Sepertinya tanaman cabe ini memang susah payah beradaptasi, melihat pohon kamboja di sebelahnya sangat lebat sehinga menghalangi cahaya matahari sampai ke tanah. Jadilah pohon cabe ini tumbuh tinggi sekali menembus dedaunan kamboja itu. Lihat sendiri  di foto atas, ranting - ranting pohon cabe yang kecil tumbuh berdampingan dengan batang pohon kamboja yang besar. Tapi siapa sangka, tanaman yang tadinya hanya berupa ranting panjang berdaun sedikit, ternyata berbuah lebat tepat dimasa pandemi ini. 




Biasanya, cabe - cabe yang sudah merah dipetik oleh ART di rumah dan sebagian dibawa pulang. Sedangkan yang masih hijau dibiarkan sampai merah di pohon. Nah, beberapa hari yang lalu mulai banyak lagi yang sudah merah pohon. Pas sekali si Kakak sedang rungsing di rumah Terus saja mengajak bermain dan mengganggu saya yang sedang bekerja. Langsung saja saya ajak untuk memanen cabe.




Karena tidak sedang di tempat rekreasi dan ide ini muncul dadakan, tentu saya alat dan bahan tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Mulanya saya yang petikkan (karena tinggi). kemudian hasilnya saya berikan ke kakak. Kemudian saya lihat kakak mulai kerepotan karena masing- masing tangannya sudah memegang cabe. 
"Wah sepertinya kita butuh wadah untuk naroh cabenya ya kak?"
"he eh. Iya." Jawab kakak.
Kita cari dulu ya kak ke dalam. Tidak lama kemudian, kita keluar lagi membawa kaleng besar bekas biskuit. Lumayan pegal juga menggendong kakak di leher sembari memberi memberikan aba2 cabe mana yang harus diambil. Tapi perjuangan tidak sia -sia, karena hasil panen hari itu lumayan banyak. 

Ternyata kegiatan semacam ini benar - benar bisa mengurangi Stress lho. Beberapa hari kemudian saat eyang Kungnya main ke rumah, mereka juga asik memetik cabe yang sudah merah. Sampai minta di fotokan seperti ini :





Mungkin Next Project, saya akan benar-benar coba menanam tanaman lain dengan anak-anak. Semoga bukan hanya wacana belaka ya Moms. hihihi...



Salam Sayang,



















Friday, January 8, 2021

THINGS I AM GRATEFULL FOR IN 2020

January 08, 2021 0

 



Selamat Tahun Baru 2021!!


Awal tahun ini rasanya lebih berat dari biasanya karena selain masih di masa pandemi, belum masuk tahun baru saja saya sudah disambut oleh hal yang paling horor bagi para working mom: ART resign. Huft...  Walaupun gelagatnya sudah bisa saya prediksi sebelumnya, tetap saja, Sudah terbayang awal tahun ini akan jadi seperti apa. Ketimbang menambah berat beban pikiran dimasa pandemi ini, saya memilih untuk mengambil pena dan buku jurnal yang sudah saya beli beberapa hari yang lalu, kemudian saya menuliskan Gratitide List selama tahun 2020.


Ternyata ada banyak hal - hal yang patut di syukuri selama tahun pandemi 2020. Kalau dibuat list satu per satu pasti akan sepanjang bill belanja 5 bulan sekaligus. Jadi saya hanya membuat garis besarnya saja.




KELAHIRAN PUTRA KEDUA KAMI. TEPAT SEBELUM JAKARTA PSBB

Saat anak kedua kami lahir awal bulan maret kemarin, Kasus pertama sudah di temukan di depok namun, kondisi saat itu masih aman. RS tempat kami bersalin belum menerapkan protokol covid. Sehingga saya masih bisa ditemani oleh orang tua, teman - teman juga masih bebas datang berkunjung ke RS. Selang satu atau 2 minggu kemudian, barulah Jakarta menerapkan PSBB karena kasusnya dinilai berkembang cepat. Dengan adanya PSBB, SFH dan WFH, saya jadi mendapat banyak bala bantuan pasca persalinan. bantuan paling besar adalah banyak teman bermain kakak yang saat belum genap berusia 2 tahun dan masih sangat membutuhkan perhatian lebih.



KAKAK BERHASIL DI SAPIH TANPA DRAMA DAN MULAI BANYAK BICARA

Setelah mengasihi tandem selama 4 bulan, akhirnya kakak berhasil di sapih dengan metode Weaning With Love pada usia 2 tahun lebih 2 bulan. Bangga dan terharu bercampur menjadi satu saat itu. Selain itu, kakak juga mulai banyak bicara. Awalnya saya khawatir kakak mengalami Speech Delay karena sampai hampir 2 tahun hanya ada beberapa kata saja yang diucapkan. itu pun tidak jelas.


PERUSAHAAN SUAMI AKHIRNYA MENGUDARA

Masih ingat betul saat suami minta restu untuk berhenti dari perusahaan tempatnya bekerja dan fokus pada perusahaannya sendiri. Dimasa pandemi seperti ini, saat banyak perusaaan dan orang - orang lain jatuh bangun untuk beradaptasi dengan kondisi, tentu bisa ditebak jawaban saya saat itu. Tapi sepertinya keyakinan suami jauh lebih besar dari keraguan saya. Alhamdulillah sampai saat ini keputusannya tepat




LEBIH BANYAK WAKTU BERKUALITAS

Kebijakan WFH membuat saya menjadi memiliki ekstra waktu berkualitas. yang tadinya setiap hari hampir 3 jam digunakan untuk perjalanan pulang pergi ke kantor, kali ini tidak. tambahan waktu ini saya gunakan untuk belajar skill baru dan juga untuk memulai blog ini setelah bertahun tahun hanya menjadi resolusi belaka. Selain itu waktu untuk bermain dan mengawal langsung tmbuh kembang anak juga semakin banyak. Hal ini tentunya diimbangi dengan management waktu yang baik


NIKMAT SEHAT

Alhamdulillah selama tahun 2020, kami sekeluarga terhindar dari wabah covid-19. Walaupun tidak sepanjang tahun sehat wal afiat, tapi tetap harus disyukuri kalau kebiasaan baru untuk menjaga kebersihan dan minum vitamin berdampak besar bagi kesehatan diri sendiri dan keluarga.


Jadi, Sudahkah kita bersyukur hari ini???


Salam sayang,







Created by Anisyah Surya. Powered by Blogger.