Friday, September 16, 2022

MEMPERTARUHKAN HIDUP

September 16, 2022 0


Bulan Juli 2022 lalu akhirnya benar-benar menjadi bulan terakhir saya bekerja di perusahaan tempat saya mencari penghasilan selama kurang lebih 8 tahun belakangan ini. Saya mulai bekerja di perusahaan ini satu tahun sejak saya lulus kuliah. Mulai dari fresh graduate yang tidak tau apa-apa tentang dunia kerja di bidang IT sampai menemukan kecintaan di bidang data. Mulai dari remaja labil yang suka jalan ke tempat baru untuk sekedar mencari keramaian dengan teman-teman. Sampai menjadi ibu anak 2 yang lebih suka bermain di rumah dengan 2 toodler yang sedang aktif - aktifnya. Terlalu banyak kenangan dengan perusahaan ini. Percaya atau tidak, saya sudah mengikuti beberapa kali perpisahan dan beberapa kali pula gagal move on. Alhamdulillah akhirnya foto yang teman saya ambil di perpisahan pertama ini benar-benar bisa mewakilkan 'kelulusan' saya. 


" Be what you want to be. Not what others want to see "

Seperti yang sudah saya prediksi sebelumnya, setelah saya keluar, banyak yang mempertanyakan keputusan saya. Kenapa saya begitu berani melepaskan status karyawan tetap saya dan membuat saya harus mengulang kembali karir saya dari awal di tempat lain. Apalagi dengan kondisi saya saat ini yang belum menemukan pekerjaan berikutnya. Ditambah rekam jejak saya di kantor yang alhamdulillah tidak pernah ada masalah baik di pekerjaan maupun dengan rekan kerja lainnya. Tidak ada yang percaya jika saya bilang alasannya karena saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang full mengurus anak-anak. Hihihiii... Jujur, sempat ada enggan untuk menceritakan status saya sekarang kepada keluarga besar. Enggan untuk menjelaskan alasannya karena toh belum tentu mereka bisa mengerti. Ada sedikit kekhawatiran akan mengecewakan ekspektasi mereka terhadap saya. 


" Been There Done That "

Hal ini membuat saya flashback masa - masa 8 tahun yang lalu. Kala itu saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan pertama saya sebagai news reporter di salah satu stasiun tv swasta. Sama - sama bukan keputusan yang mudah karena saya belum mendapatkan pekerjaan pengganti. Sama - sama dipertanyakan dan disayangkan mengingat saat itu saya sudah mendapatkan layar. Sama seperti sekarang, saya menyukai pekerjaan saya yang dulu. Bisa berkeliling ke tempat - tempat yang belum pernah saya kunjungi dan bertukar cerita dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya. Perbedaannya, saat itu hati saya tidak seberat sekarang karena saat itu masa kerja saya yang baru 1 tahun. Mungkin memang benar pendapat orang - orang sekitar. Saya lagi - lagi sedang mempertaruhkan hidup.


"Ada resiko yang harus diambil tapi itu harus dan layak dilakukan. Karena ada ungkapan, hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Untuk mencoba sesuatu yang lain memang terkadang kita harus mempertaruhkan apa yang kita punya. " _Najwa Shihab 


Kalimat dari Mba Nana itu sangat tepat menggambarkan keadaan saya sekarang. Itu lah yang sedang saya lakukan melepaskan yang ada dalam genggaman untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Mundur sejenak untuk kemudian bisa melesat lebih cepat. Keluar dari comfort zone untuk melihat dunia luar. Saat saya memutuskan untuk mengakhiri karir saya sebagai news reporter dan masuk ke dalam dunia IT yang sudah seharusnya, ada rasa aneh bercampur dengan syukur. Aneh karena saya yang sudah terbiasa kerja lapangan, berhadapan langsung dengan narasumber, tiba-tiba bekerja di balik komputer, menangani beragam insiden dan berkomunikasi dengan user hanya lewat telephone. Aneh karena semua yang di katakan rekan kerja saya di tempat yang lama benar adanya. Tapi di sisi lain saya bersyukur sudah mengambil keputusan itu. Karena dengan begitu, saya bisa bertemu dengan lingkungan kerja yang menyenangkan. Kenal dengan rekan - rekan kerja yang seperti keluarga. Mendapatkan banyak ilmu baru yang bahkan semasa kuliah tidak pernah mau saya cerna tapi sekarang malah selalu saya cari.


" in the end, we only regret the chances we didn't take "

Hidup memang selalu tentang pilihan, resiko dan pertaruhan. Layaknya saat saya memutuskan untuk menikah. Saya mempertaruhkan hidup bebas, mapan dan menyenangkan saya untuk hidup bersama suami saya. Juga saat saya mempertaruhkan hidup saya menahan rasa sakit yang luar biasa untuk bisa bertemu anak saya ketimbang harus menghilangkan rasa sakit tapi memberikan resiko pada anak saya. Bahkan saya mengulangnya lagi untuk anak kedua saya. Apakah semua itu sepadan? Tentu. Apakah hidup saya menjadi lebih menyenangkan? tidak selalu. Kehidupan berumah tangga, mengasuh anak dan beradaptasi dengan lingkungan baru pasti menemukan kesulitan pada awalnya. Tapi semakin dijalani, semakin kita pintar memahami, mencari solusi dari setiap masalah, belajar memperbaiki kesalahan dan pada akhirnya bisa mendapatkan kesenangan itu sendiri.  Pada akhirnya harapan akan menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus mendapatkan hidup baru yang lebih baiklah yang membuat kita berani mempertaruhkan hidup kita.



Salam Sayang,






Sunday, July 24, 2022

HARI PERTAMA SEKOLAH

July 24, 2022 0



Tanggal 18 Juli kemarin adalah hari pertama Kakak Rey sekolah TK-A. Yayy!!! Alhamdulillah, setelah lebih dari 2 tahun pandemi, sekarang keadaan sudah memungkinkan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka. Saya sendiri tidak mau ketinggalan moment, Sengaja saya ambil cuti kantor 5 hari agar bisa maksimal mendampingi kakak pertama sekolah. Sayangnya tidak ada foto kenang - kenangan kakak di backdrop yang sudah disediakan. Malah Adik yang lebih puas foto - foto.

PERLENGKAPAN SEKOLAH YANG HARUS DISIAPKAN




Beberapa hari sebelumnya, saya diundang oleh wali kelas kakak untuk masuk ke Group Whatsapp kelas kakak. Kemudian diinfokan untuk membawa beberapa barang yang harus disiapkan oleh para orang tua. Barang - barang ini nantinya akan ditinggal di sekolah. Jujur, karena baru pertama menyekolahkan anak, saya kaget membaca daftarnya dan lebih kaget lagi setelah tau bahwa barang - barang ini harus sudah ada saat hari pertama sekolah TK. Bukan buku, pensil atau alat tulis lainnya, melainkan barang-barang seperti baju ganti, sarung koko sajadah, sepatu boots, sandal dan lainnya seperti yang ada di gambar atas. Itu artinya saya hanya punya waktu sabtu - minggu untuk mencari semua barang itu karena hari biasa saya dan suami sibuk bekerja. Mencari online pun khawatir akan lama di pengiriman. Tapi alhamdulillah semua barang sudah didapatkan sebelum hari senin. Walaupun setelah pertemuan orang tua di hari minggunya ada perubahan info bahwa kekurangan barang- barangnya bisa menyusul di kemudian hari. hedeeehhh... Tapi mungkin disitu seni nya menyekolahkan anak ya. 


RUTINITAS LAMA DATANG LAGI



Untuk para Ibu sekaligus karyawan kantoran pasti familiar dengan rutinis bangun sepagi mungkin untuk memasak MPASI yang akan dimakan anak-anak kita sepeninggalan kita kerja. Belum lagi jika harus mengerjakan urusan domestik rumah seperti beres-beres, mencuci baju dan lainnya. Mantab ya bundd... hihihii... Sekarang rutinitas itu harus diulang lagi. Bangun sepagi mungkin untuk menyiapkan sarapan kakak plus bekal yang akan dibawa kakak berikut bekal sarapan adik untuk dimakan saat menunggu kakak sekolah. Urusan perbekalan ini cukup tricky juga mengingat kakak yang sangat picky eater. Untungnya saya sempat membuatkan puding yang sudah pasti tidak akan di tolak oleh kakak.

MEMBIASAKAN ANAK MELAKUKAN RUTINITAS PAGI



Sebenarnya kakak sudah biasa bangun pukul 6 pagi. Terlebih malam sebelumnya saya dan suami sudah sounding ke kakak dan adik kalau besok harus bangun pagi karena akan pergi sekolah. Pukul 9 malam sudah harus selesai bermain dan tidur. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Bahkan kak sudah bangun sendiri sebelum saya bangunkan. Namun membiasakan diri untuk minum susu, segera sarapan dan mandi yang sedikit butuh bujuk rayu ekstra karena harus melawan mainan - mainan di rumah yang sudah langsung dimainkan kakak sebangun tidur.

SEDIKIT TERLAMBAT, TAPI SEMANGAT BERSEKOLAH



Hari pertama sudah terlambat sekolah. Hihihii... sayapun sedikit kesal. Padahal kakak sudah siap sejak pagi tapi selain kakak, ada adiknya, ayahnya dan mamanya yang juga harus siap-siap. Jadi maaf ya kak. Tapi senang sekali melihat kakak sangat semangat membawa tasnya sendiri. Tidak boleh ada yang memegang tas nya kecuali dia. 



Sesampainya di sekolah, ternyata sudah ramai para orang tua menemani. Karena sudah terlambat, kakak jadi tidak cek suhu dan cuci tangan dulu deh. Setelah diajak langsung Ms nya untuk menari bersama teman - teman lainnya, kakak menurut saja ikut berkegiatan walaupun terlihat masih bingung.

MENGINTIP DARI JENDELA KELAS



Ruang kelas TK nya masuk ke dalam gedung sekolah dan harus melewati pintu utama yang sudah tertutup setelah anak - anak masuk kelas sehingga kegiatan intip mengintip agak susah dilakukan. Tapi namanya juga naluri ibu, walaupun yakin Kakak tidak akan menangis mencari mamanya selama di kelas, tetap saya saya kepo ingin melihat bagaimana kakak belajar. Alhasil saya ijin untuk mengintip sedikit ke gurunya dan diperbolehkan. Ternyata di dalam sudah ada beberapa ibu yang berdiri di depan jendela kelas untuk melakukan hal yang sama. Belum beberapa saat saya mengintip, Seperti ada yang memberi tahu, tiba-tiba saja saja kakak menoleh ke belakang dan celingukan seperti mencari seseorang. Langsung saja saya menundukkan badan agar tidak ketahuan kalau saya ada di jendela. Walaupun kamera hp saya tetap mengintip. Hihihiii... Kok bisa tau sih kak, ada mama di belakang?

ADIK TIDAK KALAH SEMANGAT MENGANTAR KAKAK



Karena terlambat datang, kakak tidak sempat berfoto dengan backdrop yang sudah disiapkan. Malah adik yang asik foto-foto. Selain itu selama kakak belajar di sekolah. Adik tidak kalah sibuk bermain di playground sekolah. Puas sekali adik jadi penguasa playground sekolah karena para kakak sedang belajar. Main yang puas ya dek. Mumpung masih hari pertama kakak sekolah.



Salam sayang,



Thursday, July 21, 2022

TIPS MEMILIH SEKOLAH PERTAMA UNTUK ANAK

July 21, 2022 2


Tidak terasa Kakak sekarang sudah berusia 4 thn dan sudah waktunya bersekolah. Pengalaman pertama mencari sekolah untuk anak saja sudah cukup menantang ditambah situasi pandemi yang membuat saya benar-benar harus sangat selektif dalam memilih sekolah. Flashback dari pengalaman saya mencari sekolah pertama untuk kakak kemarin, berikut saya rangkum langkah - langkah sekaligus tips memilih sekolah pertama untuk anak saat pandemi.


TENTUKAN TARGET YANG INGIN DICAPAI

ilustrasi : https://anandaislamicschool.com/
Bicarakan dengan pasangan, apa target yang diharapkan dapat sekolah berikan untuk anak kita. Biasanya target dapat ditentukan dari kondisi anak dan keluarga masing-masing. Apakah tujuan kita menyekolahkan anak untuk melatih kemandirian dan kemampuan bersosialisasi anak? Apakah kita ingin anak kita di usia sekian bisa lancar membaca dan menulis? Apakah kita ingin menanamkan pendidikan agama untuk anak kita? Apakah kita ingin membiasakan anak kita dengan pendidikan layaknya di luar negri dengan bahasa asing sebagai bahasa pengantar dan kurikulum yang juga mengikuti kurikulum asing.


Ada anak yang datang dari keluarga dengan tingkat religius yang kental sehingga tidak terlalu memerlukan bantuan pendidikan agama dari sekolah. Mereka hanya membutuhkan bantuan untuk mengajarkan anak - anak mereka membaca dan menulis. Ada juga anak yang sangat pemalu sehingga butuh bersosialisasi dengan anak-anak lain untuk menumbuhkan rasa keberanian dan percaya dirinya. Ada juga anak yang memiliki kemampuan diatas rata-rata sehingga membutuhkan sekolah yang juga bisa mengimbangi kemampuannya. Semuanya kembali lagi ke kondisi dan target masing-masing keluarga.


RISET SEKOLAH - SEKOLAH  YANG MENJADI TARGET

https://www.sunshinekindergarten.com/


Buat list daftar sekolah sekaligus biaya apa saja yang harus dikeluarkan untuk bersekolah disana. Cari tau dari website sekolah - sekolah tersebut. Catat tanggal open house dan pendaftarannya. Pengalaman saya melakukan riset saat pandemi kemarin, Sekolah-sekolah tidak mengadakan open house secara terbuka. Justru hal ini menjadi kesempatan untuk saya berkunjung ke sekolah saat tidak ada event dan lebih leluasa berbincang langsung dengan pengurus sekolah. Perhatikan metode belajar yang mereka gunakan, jam belajar, protokol kesehatan yang diterapkan juga motode pembelajaran jika nantinya kembali harus sekolah melalui daring. Catat semuanya agar bisa menjadi bahan pertimbangan untuk akhirnya.


SURVEY LANGSUNG KE SEKOLAH

ilustrasi : https://mumabroad.com/the-globe-kindergarten-english-nursery-school/


Bawa langsung anak yang ingin kita sekolahkan untuk melihat langsung calon sekolahnya. Cari informasi sebanyak - banyaknya mengenai sekolah itu. Saat melakukan survey langsung, ambil dokumentasi sebanyak - banyaknya. (tentunya dengan seizin pengurusnya ya) Sebagai bahan pertimbangan nantinya. 


Mulai dari kita datang sampai pulang, apakah petugas / guru yang bertugas menyambut dengan ramah dan paham semua informasi baik yang diberikan maupun yang kita tanyakan? Jika iya, berarti secara sistem dan kesiapan sekolah sudah baik. Penyambutan yang ramah juga menggambarkan nantinya apakah guru-guru disana juga akan ramah dan sabar kepada anak-anak kita.


Perhatikan ruang kelas dan sarana bermain yang disediakan. Apakah ruang kelas yang digunakan memiliki sirkulasi udara yang baik? Mengingat kita masih dalam kondisi pandemi, sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk kesehatan anak-anak. Kapasitas murid dalam 1 kelas harus sebanding dengan jumlah guru yang ada untuk menciptakan proses belajar dan mengajar yang efektif. apakah alat-alat bermain yang ada aman untuk dimaikan? adakah yang berkarat, kotor, ataupun usang? Hal ini bisa menjadi potensi resiko untuk keselamatan anak - anak kita kelak.


Selain itu, fasilitas sekolah juga tidak kalah penting. Pada saat berkunjung, periksalah toiletnya. Saya ingat betul saat saya sekolah dulu, saya tidak pernah mau pergi ke toilet sekolah karena kotor dan bau. Alhasil saya selalu menahan buang air kecil sampai saya pulang sekolah. Kebersihan toilet sekolah merupakan parameter penting kepedulian sekolah terhadap kebersihan dan kesehatan murid - muridnya. terutama usia taman kanak kanak yang belum begitu mandiri. Apabila sekolah telat menyediakan toilet dengan ukuran khusus anak tentunya menjadi nilai plus tersendiri.


PERTIMBANGKAN BIAYA SEKOLAH



Untuk pertama masuk, biasanya sekolah akan membebankan uang pendaftaran, uang pangkal, uang seragam dan uang kegiatan tahunan. Sebaiknya tanyakan dengan jelas biaya apa lagi yang harus dibayarkan. Untuk uang tahunan, untuk apa saja uang itu digunakan. Jika nantinya ada kegiatan diluar sekolah, apakah orang tua murid masih akan dibebankan biaya lagi? Untuk usia TK biasanya pihak sekolah belum membebankan buku pelajaran.


Biaya bulanan yang nantinya akan menjadi post pengeluaran rutin kita juga harus diperhatikan. Selain SPP, jarak antara rumah dan sekolah juga menjadi penentu. Biaya antar jemput besarnya bisa mendekati biaya SPP sekolah itu sendiri. Biaya ekstrakurikuler yang diadakan oleh beberapa sekolah dan terkadang tidak diinfokan di awal. Biaya Katering sekolah yang selain bisa menjadi opsi praktis orang tua, juga otomatis akan menjadi tambahan pengeluaran tiap bulannya. Biaya - biaya tidak terduga semacam ini yang harus kita antisipasi. Jangan sampai menghambat di kemudian hari.


LAKUKAN PERBANDINGAN

Ilustrasi: https://www.imaos.id/neraca/biaya-preschool-paud-surabaya/


Setelah survey ke semua target sekolah sudah dilakukan, lakukan perbandingan hasil riset yang sudah kita list sebelumnya. Berikan score untuk masing-masing sekolah. Mulai dari kekurangan dan kelebihannya. Berikan juga solusi dari kekurangan yang ada. Turutkan anak berperan serta dalam mengambil keputusan. Setiap selesai survey, saya biasanya menanyakan ke anak. apakah dia suka sekolahnya? Kemudian, di akhir minta anak memilih sekolah mana yang dia suka. Tunjukkan foto-foto dukumentasi saat survey. Pilihan anak tidak harus menjadi penentu keputusan namun dapat dimasukkan ke dalam score penilaian. Terakhir, bicarakan dengan pasangan sekolah pertama mana yang kiranya terbaik untuk anak kita.




Salam Sayang,










Sunday, May 15, 2022

MONETIZE BLOG vs SANTUY BLOG

May 15, 2022 0

 


Di era digital seperti sekarang banyak sekali palatform yang dapat digunakan untuk menyalurkan hobi-hobi kita. Bagi yang hobi menulis, Blog tentunya sudah tidak asing lagi. Dengan blog, kita bisa bebas menulis apa saja yang kita suka. sekaligus berinteraksi dengan para pembaca melalui kolom komentar. Tentunya tetap harus disertai dengan kaidah menulis yang baik dan kesopanan ya. Sejak awal tahun 2000 popularitas blogger di Indonesia terus bertambah. Bahkan pemerintah melalui menkominfo menetapkan 27 oktober sebagai Hari Blogger Nasional bertepatan dengan pembukaan acara Pesta Blogger pertaman di Jakarta. Hingga akhirnya mulai meredup terkalahkan oleh popularitas social media lain seperti instagram, twitter, tik tok dan lain lain.


Awalnya blog hanya digunakan sebagai wadah untuk menyalurkan hobi menulis. Mulai dari pengalaman sehari-hari, curahan hati, artikel, review produk yang dipakai dan lain-lain. lama kelamaan muncul beragam jenis blog. Blogger juga seakan menjadi profesi baru seperti Personal Blogger, Beauty Blogger, Travel blogger dan banyak lainnya. Tidak ada aturan tertentu untuk menulis blog pribadi. Isi konten, jadwal posting, layout blog dan lainnya semua tergantung dari si penulis blog.


Di era digital sekarang ini, Blog juga dapat digunakan sebagai sarana personal branding ataupun pemasaran bisnis yang tentunya lebih professional dan dapat mendatangkan uang. Google sendiri membuka peluang bagi para penulis blog untuk menghasilkan uang dengan cara memonetasi blog dan memasang iklan pada blognya. Ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi agar blog bisa diterima oleh google AdSense seperti konten yang berkualitas, banyaknya pengunjung, usia minimum blogger juga mematuhi kebijakan program AdSense. Jika berniat untuk menghasilkan uang dari blog maka penulis juga harus siap untuk konsisten dalam menghasilkan konten yang menarik sesuai dengan persyaratan tadi agar penghasilannya terus bertambah.


Bagi saya pribadi, alasan utama memiliki blog adalah untuk sharing pengalaman sekaligus sebagai jurnal untuk menyimpan cerita dan kenangan dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Selain itu, terkadang saya juga menulis beberapa artikel tentang teknologi yang sedang menarik perhatian saya. Tidak menutup kemungkinan kalau nantinya akan saya monetisasi untuk tambahan penghasilan. Apapun pilihannya tidak menjadi masalah selama kaya tulisan yang dihasilkan bisa bermanfaat bagi orang lain dan tidak mengandung SARA yang bisa menyingung orang lain.


Salam Sayang,





Tuesday, April 12, 2022

TUJUAN MENULIS BLOG

April 12, 2022 0

Bicara tentang menulis Blog, saya sudah memulainya sejak saya kuliah. Dulu saat masih kuliah, saya menulis blog untuk mengisi waktu luang sekaligus membuat jurnal kegiatan saya. Dulu, blog masih merajai dunia konten. Sekarang setelah ada instagram tiktok dan youtube, orang - orang lebih memilih untuk membuat konten menggunakan plafond lain. Tapi untuk saya, menulis blog membawa kesenangan tersendiri.

BERBAGI PENGALAMAN DAN INFORMASI
Ilmu terbaik adalah ilmu yang diamalkan. Tujuan utama saya menulis blog adalah berbagi pengalaman dan ilmu yang saya miliki dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, ilmu dan pengalaman yang saya miliki akan lebih bermanfaat tidak hanya bagi saya tapi juga orang-orang diluar sana yang membutuhkan.

MENGABADIKAN MOMEN - MOMENT INDAH
Setelah berkeluarga dan punya anak, semua moment dengan keluarga rasanya ingin diabadikan. Tidak hanya dengan gambar tapi juga cerita-cerita di balik  momen itu. Senang rasanya jika beberapa tahun ke depan flashback masa-masa ketika mereka kecil dengan melihat postingan - postingan lama. Ingin menulis semuanya tapi apalah daya waktu luang rasanya semakin langka kehadirannya.

ME TIME
Bagi saya seorang ibu rumah tangga sekaligus seorang karyawan, Tidak banyak waktu luang yang saya miliki. Terlebih anak-anak masih berusia balita dan belum sekolah. Jadi ya ketika WFH, 24 jam tetap sambil mengurus anak-anak. Dengan keterbatasan waktu dan tempat, Ibu lainnya mungkin lebih memilih dengan berlama - lama di kamar mandi atau berlama - lama scrolling social media dan marketplace untuk me time. Saya lebih suka menulis blog untuk me time sekaligus menghasilkan karya.

MENGETAHUI APA YANG DIPIKIRKAN
Menulis bagi saya adalah pelepas penat. Seperti yang Stephen King bilang " I write to know what I Think " . Tidak hanya menulis blog, Jurnaling dan Schedulling juga membuat saya lebih tenang dan lebih tahu apa yang harus dilakukan berikutnya ketimbang hanya membayangkan saja. Sembari menulis, otak biasanya akan memikirkan tidak hanya kejadian saat itu tapi juga apa yang harus ditulis ke depannya. Dengan demikian biasanya hal-hal seperti apa hikmah dibalik kejadian yang saya alami atau apa yang harus saya lakukan berikutnya otomatis akan terpikirkan dan terdokumentasi dengan baik.

Salam Sayang,


KELEBIHAN PLATFORM BLOGGER / BLOGSPOT

April 12, 2022 0


Sejak awal saya menulis blog saya selalu menggunakan platform Blogger (Blogspot). Tidak pernah sedikitpun saya berpikir untuk menggantinya dengan platform lain. Bahkan ketika saya bergabung dalam salah satu komunitas menulis dan banyak yang menggunakan platform lain yang sepertinya banyak fitur-fitur yang menarik. Saya tetap tidak berpikir untuk mengganti platform menulis saya. Ada beberapa alasan yang membuat saya jatuh cinta dengan platform Blogger.


MILIK GOOGLE

platform Blogger (Blogspot) adalah milik Google. Perusahaan Seach Engine terbesar dengan jumlah pengguna terbesar di dunia. Otomasis penggunanya akan dimanjakan dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh google. Semua aplikasi terkait google seperti youtibe tentunya akan lebih mudah diakses karena terintegrasi langsung oleh Blogger. Postingan yang di post oleh Blogger juga lebih mudah terindeks oleh mesin pencari google


USER FRIENDLY

Blogger memiliiki tampilan yang sederhana dan mudah dimengerti oleh para newbie sekalipun. Selain itu banyak juga pilihan-pilihan template yang lagi-lagi memiliki dessign yang user friendly. Fitur-fitur tambahannya pun bisa diakses dan di aplikasikan dengan mudah di blog kita.


BANYAK FITUR MENARIK

Blogger menawarkan banyak fitur menarik seperti widget, google video, template, picasa web album dll. Fitur yang paling saya suka adalah widget. Berbagai widget bisa ditambahkan dengan mudah di template kita. 


MENGHASILKAN UANG

Lagi - lagi karena keistimewaan Milik Google. Google memperbolehkan kita memonetize Blogger anda. Caranya dengan mendaftar Google Adsense yang sudah ada di Blog anda. Ketika permohonan anda sudah ditinjau dan di terima, langkah selanjutnya tinggal menambahkan widget AdSense pada template blog kita


BERBASIS HTML

Blogger menggunakan basis HTML sebagai pemogramannya. Kelebihannya, kita bisa bebas menambah, mengubah dan menampilakan apapun pada templatenya. Jika widget yang kita butuhkan tidak ada pada pilihan widget, kita bisa menambahkannya dengan cara mengubah script pada HTML nya. Tidak perlu khawatir dengan scriptnya karena sudah banyak script dan tutorial widget yang di share di google. Blogger bahkan membuka pilihan contomize HTML pada template kita. Setau saya, kelebihan ini belum ada pada platform blog lainnya.

 


Salam Sayang,



 



 

 

 

 

Created by Anisyah Surya. Powered by Blogger.