Sunday, April 2, 2023

BERSYUKUR MENJELANG RAMADHAN

April 02, 2023 0

 



Ramadhan tahun 2023 ini, kami awali dengan sesuatu yang berbeda dari tahun - tahun sebelumnya. Berawal dari ajakan seorang sahabat (Om Bobby) di group Whatsapp untuk mengadakan acara berbagi ke panti asuhan seperti yang pernah kita lakukan di Bandung saat kuliah dulu. Mempertimbangkan kondisi pandemi yang sudah makin membaik pasca diumumkannya keputusan Indonesia bebas masker, juga moment yang pas untuk reuni sekaligus mengajarkan anak-anak berbagi, saya setuju dengan ajakan ini. Alhamdulillah semuanya pun setuju dan tanpa basa basi kami langsung membagi tugas untuk merealisasinya.

PEMBAGIAN TUGAS

Kami semua bekerja dan rumah kami berjauhan. Beberapa di luar provisi bahkan diluar pulau, jadi semua komunikasi dilakukan via chat whatsapp. Awalnya kami melakukan voting untuk menentukan tanggal. Ternyata sisa waktu sampai Hari H kurang dari sebulan. Setelah itu kami membagi tugas. ada yang bertugas mencari panti asuhannya, menyiapkan uang dan amplop untuk dibagi - bagikan, menyiapkan snack, juga sembako dan makanan box untuk dibagikan. Di pertengahan sempat ada kesulitan menentukan budget untuk masing-masing keperluan karna kami sendiri belum terbayang apa saja yang kami lakukan disana. Tapi setelah uang terkumpul dan diskusi panjang akhirnya kita menemukan jalan tengahnya

PERSIAPAN SEBELUM HARI - H


Jauh-jauh hari, saya sudah sounding kepada kakak dan adik tentang rencana pergi ke panti asuhan ini. Bahwa diluar sana banyak anak-anak yang tidak memiliki ayah / ibu bahkan keduanya. Tidak semua anak seberuntung kakak dan adik, memiliki rumah yang nyaman, kendaraan untuk bepergian, mainan banyak, sekolah yang bagus dll. Supaya anak-anak tau tujuan kita melakukan kegiatan ini dan tidak kaget pada hari H nanti. Saya mengambil tugas untuk menyiapkan amplop beserta isinya yang akan dibagikan ke anak-anak panti. Setelah amplop yang saya pesan sampai dan uangnya sudah saya tukarkan, Saya meminta bantuan kakak dan adik untuk mengisi uangnya ke masing-masing amplop. Tante Winda yang berada di Makassar memesankan snack untuk dibagikan ke anak-anak dan mengirimkannya ke rumah. Jadi tugas saya untuk menghitung dan mengecek paketnya. Walaupun tidak ada bagian  untuk kakak dan adik, tapi alhamdulillah mereka tidak marah dan mengerti kalau ini bukan untuk mereka.

SAKIT


Seminggu sebelum Hari H Qodarallah Kakak dan Adik sakit. Batuk pilek sampai terkadang demam. Awalnya kakak kemudian menular ke adik. Karena adik demamnya berulang sampai 3 hari berturut-turut, Kakak juga masih batuk-batuk akhirnya keesokan harinya saya memutuskan untuk membawa mereka ke dokter. Saya sempat khawatir kakak dan adik akan diminta pemeriksaan mengingat sudah hari ke 4 sejak awal demam. Tapi alhamdulillah tidak perlu karna demamnya merupakan efek dan batuk pileknya. Hanya perlu di nebu saja untuk mengeluarkan dahaknya.

DRAMA TERLAMBAT


Panti asuhan yang dituju dekat dengan stasiun MRT Lebak bulus. Karena beberapa dari kami ada yang tidak membawa kendaraan pribadi dan tidak ada satupun diantara kami yang tahu persis letak panti asuhannya, akhirnya kami sepakat untuk bertemu di Poins square pukul 10 pagi karena acara dimulai pukul 11. Tapi ternyata Om Iam yang datang dari luar kota terlambat dan harus ada yang menunggu, belum lagi Tante Putri dan keluarga yang membawa makanan dan sembako terjebak macet. Alhasil rencana diubah, masing-masing harus langsung menuju panti asuhan. Saya sekeluarga sudah sampai di point square untuk menunggu tante Niki yang terlebih dulu sudah sampai di lebak bulus (Kami tim ON TIME). Sempat masuk sebentar untuk membeli cemilan anak-anak setelah itu langsung menuju panti asuhan karena sudah ditunggu.

ACARA  



Sesampainya disana kami sudah ditunggu oleh pengurus panti dan anak-anak. Setelah meminta maaf, kami meminta untuk menunggu sebentar lagi sampai beberapa teman lain datang. Selama menunggu, anak-anak panti asuhan melantunkan sholawat nabi secara bergantian. Ternyata Kakak hafal sholawat yang dinyanyikan dan tanpa sadar mengikuti juga. 

 
Kalau Adik, karna mengantuk alhasil rewel minta digendong sampai akhirnya tertidur. Beberapa saat kemudian, akhirnya acarapun dimulai. Diawali dengan sambutan dari pihak kami. Om Bobby sempat menangis disini yang membuat kepala panti asuhan kaget. kemudian dilanjut dengan sambutan dari pengurus, setelah itu acara doa bersama dan sholah Dzuhur berjamaah di masjid sebelah panti asuhan. 


Setelah Sholat Dzuhur, acarapun dilanjutkan dengan pembagian snack, nasi kotak, amplop dan sembako kepada anak-anak panti asuhan. Kakak Rey, Kakak Syifa dan Adik yang sudah bangun langsung bersemangat ikut membantu membagikan. Sempat khawatir mereka akan menangis karena tidak mendapatkan bagian. Tapi ternyata tidak. Mereka bahkan menawarkan bingkisan snack terakhir yang mereka pegang untuk anak-anak panti asuhan lainnya. 


Senang Rasanya bisa berbagi sekaligus mengajarkan makna berbagi kepada anak-anak. Semoga bisa melakukannya lagi di kesempatan berikutnya.


Salam Sayang,



Tuesday, March 28, 2023

SERUNYA BERMAIN PERAN

March 28, 2023 0

 


Hampir setiap anak pasti pernah ditanya, Mau jadi apa ketika besar nanti? Dan kebanyakan anak-anak pasti akan menjawab Dokter, pilot, polisi, pemadam kebakaran, artis, youtuber atau pembalap seperti yang anak saya mau. Senang sekali jika melihat anak-anak bersemangat menjawabnya. Tapi apa mereka benar-benar tau ya apa saja yang dikerjakan oleh profesi-profesi itu?


BERMAIN PERAN / ROLE PLAY



Sering kali kita melihat anak-anak berpura-pura menjadi karekter lain yang mereka lihat di film kesayangan mereka. Berlarian kesana sini dengan kakaknya sambil membawa mainan tembak - tembakan, berpura-pura memasak sesuatu untuk dihidangkan ke boneka-bonekanya, menarik narik selimut, meletakkan keranjang cucian diatasnya dan menaikinya layaknya kapal dan masih banyak tingkah lainnya. Jika melihat tingkah anak seperti itu, para orang tua seharusnya senang karna itu artinya anak-anak sedang menggunakan kemampuan imajinasi dan kreatifitasnya dalam bermain peran. Bermain peran sediri adalah suatu metode pembelajaran melalui pengembangan imajinasi, dan penghayaran, tanggung jawab dan keterampilan dimana siswanya memerankan suatu tokoh baik tokoh hidup ataupun mati.


MANFAAT BERMAIN PERAN



Bermain peran seperti ini ternyata memiliki banyak manfaat lho. Selain Mengasah kreatifitas dan imajinasi anak, permainan ini juga bisa meningkatkan kemampuan bahasa dan komunikasi. Anak-anak jadi mengetahui kosa kata baru yang digunakan di perannya masing-masing. Contohnya ketika memerankan dokter, anak harus berbicara dengan ramah kepada pasiennya. "Hallo, apa ada yang bisa dokter bantu? Bagian mana yang sakit? Coba dokter perikasa perutnya memakai stetoskop ini yaa". Selain itu, permainan ini juga akan mengambangkan kemampuan sosial dan emosional anak. Anak akan belajar untuk bersabar menunggu giliran perannya, belajar mengikuti peraturan dan menghargai keputusan orang lain. Anak juga belajar berempati dengan merasakan peran lain dalam kehidupan. Secara tidak langsung belajar menyelesaikan sebuah konflik sekaligus meningkatkan perkembangan fisik dan motorik juga akan mereka dapatkan


ALAT DAN BAHAN



Bermain peran sendiri bisa dilakukan dimana saja dengan ataupun tanpa alat bantu penunjang karna anak-anak biasanya akan menggunakan daya imajinasinya dengan alat-alat yang ada di sekitarnya. Tapi jika anak - anak memiliki mainan yang mendukung perannya tentu akan lebih seru bermainnya. Seperti peralatan dokter untuk berperan sebagai dokter, mainan masak-masakan sebagai koki, atau uang maninan dan mesin kasir mainan untuk peran pejual dan pembeli. 

BERMAIN PERAN DI KIDZANIA JAKARTA



Jika para orang tua memiliki budget lebih bisa mengajak anak-anak ke kidzania Jakarta. Kidzania adalah sebuah kota khusus yang dirancang mirip dengan kota asli namun berskala kecil lengkap dengan  jalan dan  fasilitas kota seperti bank, rs, pemadam kebakaran, pabrik, pom bensil dll. Disini anak-anak bisa menjalankan peran profesi orang - orang dewasa. Diantaranya dokter, pemadam kebakaran, pilot, polisi, juru masak, ilmuan dan puluhan hingga ratusan profesi lainnya. Tidak hanya menjalankan perannya, tapi anak-anak juga dituntut untuk mengikuti peraturan dan bertanggung jawab. 



Sama seperti di dunia nyata, Kidzania memiliki sistem ekonomi sendiri. Mata uang yang digunakan di kidzzania adalah kidzos. Saat pertama masuk, anak-anak akan diberikan modal berupa travel cek bank senilai 50 Kidzos . Anak - anak dapat menukarkan cek tersebut dengan uang kidzos di bank sekaligus membuka rekening dan kartu atm. Anak-anak dapat menggunakan uang ini untuk bermain di beberapa kegiatan yang memerlukan uang. Contoh : untuk membuat sim, menaiki bus wisata, ke salon, belanja di departement store dll. Jika ingin mendapatkan uang lebih banyak, anak-anak harus bekerja memerakan berbagai profesi seperti menjadi pemadam kebakaran, bekerja di pabrik coklat, pabrik mie, menjadi dokter dan masih banyak profesi lainnya. 


Salam Sayang,






Friday, March 24, 2023

15 MENIT UNTUK SELAMANYA

March 24, 2023 0



Menjadi orang tua merupakan anugrah sekaligus tanggung jawab yang sangat besar. Selain harus mencukupi kebutuhan anak secara finansial, orang tua juga berkewajiban mendidik anak-anaknya sebaik mungkin agar kelak anak itu bisa menjalani kehidupannya sendiri dengan baik kelak. 


Di zaman modern ini, para orang tua cenderung terlalu fokus pada pemenuhan kebutuhan primer anak-anaknya. Bekerja siang dan malam mengatasnamakan anak-anak. Agar bisa memberikan mereka makanan yang sehat dengan kualitas terbaik, pakaian - pakaian mahal, mainan yang banyak agar masa kecil mereka bahagia, memilihkan sekolah yang bagus dengan les - les tambahan yang menunjang bakatnya, memberikan mereka berbagai fasilitas yang nyaman, membayar support system untuk membantu kita sehari - hari,  membeli asuransi dan menabung untuk investasi demi kualitas hidup keluarga yang baik dan lain lain. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Saya dan suami juga demikian. Ditambah kami bukan berasal dari keluarga kaya raya yang tidak harus bersusah payah untuk menghidupi diri. Bekerja keras untuk mencari nafkah dan menjemput rezeki dari Allah memang harus dilakukan untuk memenuhi mimpi-mimpi keluarga kecil ini.



Namun, ada hal yang penting yang sering terlupakan. Masa kanak - kanak merupakan masa paling krusial yang akan mempengaruhi banyak hal di masa depan manusia. Kenapa demikian? Karena banyak fondasi manusia yang dibangun pada masa ini. Seperti 90% dari kapasitas otak, perkembangan bahasa, keyakinan, kepercayaan diri, kreatifitas, kepribadian, etika perilaku dasar, perkembangan dan kapasitas fisik, harga diri dan masih banyak lainnya dibangun dalam periode 6 - 7 tahun pertama kehidupan mereka. Semua hal ini akan mempengaruhi cara mereka menyelesaikan masalah, bersosialisasi dengan lingkungannya juga pilihan-pilihan yang akan buat di masa depan kelak. Jika seorang anak memiliki dasar yang kuat, maka anak - anak ini kelak akan menjadi anak yang  tangguh.


Pada usia emas ini, yang diharapkan paling berperan secara langsung adalah orang tua dari anak-anak itu sendiri. Bagaimana tidak, di usia ini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Anak-anak akan melihat dan mempraktekkan langsung apa saja yang mereka lihat sehari-hari. Oleh sebab itu, peran orang tua sangatlah penting untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan pertama mereka ini.  



Lalu, bagaimana dengan para orang tua yang tidak bisa setiap saat ada bersama anak mereka? Bagaimana dengan para ibu bekerja yang memiliki peran ganda. Di rumah dan di kantor sehingga tidak memiliki banyak waktu dengan anak mereka? Kuncinya adalah BONDING.


Kelekatan (Bonding) yang kuat memiliki banyak manfaat bagi anak. Mereka akan merasa disayangi, diterima, dihargai kehadirannya dan menjadi lebih percaya diri. Untuk memiliki BONDING yang kuat sendiri tidak harus mimiliki waktu sebanyak mungkin dengan anak, melainkan memiliki waktu yang berkualitas dengan anak. Dalam 1 hari kita memiliki waktu 24 jam. Itu artinya ada 1440 menit yang kita miliki dalam sehari. Untuk membangun bonding yang kuat dengan anak, sediakan waktu yang berkualitas minimal 15 menit setiap harinya untuk berkegiatan dengan anak tanpa terdistraksi apapun termaksud HP.  Hanya 15 menit dari 1440 menit yang kita miliki setiap harinya yang akan berdampak sangat besar terhadap anak-anak kita.  Apakah itu terlalu berat? saya rasa tidak.



Banyak sekali pilihan kegiatan yang bisa dilakukan dengan anak setiap harinya. Simplenya, kita bisa ikut langsung bermain dengan mereka.  Seperti menggambar atau mewarnai buku gambar bersama, Bermain bola, ikut bermain dengan anak menyusun lego atau merangkai rel keretanya. Bisa juga dengan membiasakan membacakan anak-anak buku cerita sembari pillow talk sebelum tidur.  Lebih baik lagi jika para orang tua melakukan bonding sembari memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya. Caranya dengan mengajarkan berbagai permainan yang sekaligus melatih bahasa, motorik kasar dan halus anak-anak kita. Tidak perlu khawatir atau bingung, saat ini banyak referensi - refensi permainan di media sosial yang bisa ditiru dan dipraktekkan. Bahkan ada juga yang lengkap dengan kurikulum dan detail instruksi permainannya seperti Alkindi Online Preschool yang sudah satu tahun belakangan saya ikuti


Salam sayang,






Friday, September 16, 2022

MEMPERTARUHKAN HIDUP

September 16, 2022 0


Bulan Juli 2022 lalu akhirnya benar-benar menjadi bulan terakhir saya bekerja di perusahaan tempat saya mencari penghasilan selama kurang lebih 8 tahun belakangan ini. Saya mulai bekerja di perusahaan ini satu tahun sejak saya lulus kuliah. Mulai dari fresh graduate yang tidak tau apa-apa tentang dunia kerja di bidang IT sampai menemukan kecintaan di bidang data. Mulai dari remaja labil yang suka jalan ke tempat baru untuk sekedar mencari keramaian dengan teman-teman. Sampai menjadi ibu anak 2 yang lebih suka bermain di rumah dengan 2 toodler yang sedang aktif - aktifnya. Terlalu banyak kenangan dengan perusahaan ini. Percaya atau tidak, saya sudah mengikuti beberapa kali perpisahan dan beberapa kali pula gagal move on. Alhamdulillah akhirnya foto yang teman saya ambil di perpisahan pertama ini benar-benar bisa mewakilkan 'kelulusan' saya. 


" Be what you want to be. Not what others want to see "

Seperti yang sudah saya prediksi sebelumnya, setelah saya keluar, banyak yang mempertanyakan keputusan saya. Kenapa saya begitu berani melepaskan status karyawan tetap saya dan membuat saya harus mengulang kembali karir saya dari awal di tempat lain. Apalagi dengan kondisi saya saat ini yang belum menemukan pekerjaan berikutnya. Ditambah rekam jejak saya di kantor yang alhamdulillah tidak pernah ada masalah baik di pekerjaan maupun dengan rekan kerja lainnya. Tidak ada yang percaya jika saya bilang alasannya karena saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang full mengurus anak-anak. Hihihiii... Jujur, sempat ada enggan untuk menceritakan status saya sekarang kepada keluarga besar. Enggan untuk menjelaskan alasannya karena toh belum tentu mereka bisa mengerti. Ada sedikit kekhawatiran akan mengecewakan ekspektasi mereka terhadap saya. 


" Been There Done That "

Hal ini membuat saya flashback masa - masa 8 tahun yang lalu. Kala itu saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan pertama saya sebagai news reporter di salah satu stasiun tv swasta. Sama - sama bukan keputusan yang mudah karena saya belum mendapatkan pekerjaan pengganti. Sama - sama dipertanyakan dan disayangkan mengingat saat itu saya sudah mendapatkan layar. Sama seperti sekarang, saya menyukai pekerjaan saya yang dulu. Bisa berkeliling ke tempat - tempat yang belum pernah saya kunjungi dan bertukar cerita dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya. Perbedaannya, saat itu hati saya tidak seberat sekarang karena saat itu masa kerja saya yang baru 1 tahun. Mungkin memang benar pendapat orang - orang sekitar. Saya lagi - lagi sedang mempertaruhkan hidup.


"Ada resiko yang harus diambil tapi itu harus dan layak dilakukan. Karena ada ungkapan, hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Untuk mencoba sesuatu yang lain memang terkadang kita harus mempertaruhkan apa yang kita punya. " _Najwa Shihab 


Kalimat dari Mba Nana itu sangat tepat menggambarkan keadaan saya sekarang. Itu lah yang sedang saya lakukan melepaskan yang ada dalam genggaman untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Mundur sejenak untuk kemudian bisa melesat lebih cepat. Keluar dari comfort zone untuk melihat dunia luar. Saat saya memutuskan untuk mengakhiri karir saya sebagai news reporter dan masuk ke dalam dunia IT yang sudah seharusnya, ada rasa aneh bercampur dengan syukur. Aneh karena saya yang sudah terbiasa kerja lapangan, berhadapan langsung dengan narasumber, tiba-tiba bekerja di balik komputer, menangani beragam insiden dan berkomunikasi dengan user hanya lewat telephone. Aneh karena semua yang di katakan rekan kerja saya di tempat yang lama benar adanya. Tapi di sisi lain saya bersyukur sudah mengambil keputusan itu. Karena dengan begitu, saya bisa bertemu dengan lingkungan kerja yang menyenangkan. Kenal dengan rekan - rekan kerja yang seperti keluarga. Mendapatkan banyak ilmu baru yang bahkan semasa kuliah tidak pernah mau saya cerna tapi sekarang malah selalu saya cari.


" in the end, we only regret the chances we didn't take "

Hidup memang selalu tentang pilihan, resiko dan pertaruhan. Layaknya saat saya memutuskan untuk menikah. Saya mempertaruhkan hidup bebas, mapan dan menyenangkan saya untuk hidup bersama suami saya. Juga saat saya mempertaruhkan hidup saya menahan rasa sakit yang luar biasa untuk bisa bertemu anak saya ketimbang harus menghilangkan rasa sakit tapi memberikan resiko pada anak saya. Bahkan saya mengulangnya lagi untuk anak kedua saya. Apakah semua itu sepadan? Tentu. Apakah hidup saya menjadi lebih menyenangkan? tidak selalu. Kehidupan berumah tangga, mengasuh anak dan beradaptasi dengan lingkungan baru pasti menemukan kesulitan pada awalnya. Tapi semakin dijalani, semakin kita pintar memahami, mencari solusi dari setiap masalah, belajar memperbaiki kesalahan dan pada akhirnya bisa mendapatkan kesenangan itu sendiri.  Pada akhirnya harapan akan menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus mendapatkan hidup baru yang lebih baiklah yang membuat kita berani mempertaruhkan hidup kita.



Salam Sayang,






Sunday, July 24, 2022

HARI PERTAMA SEKOLAH

July 24, 2022 0



Tanggal 18 Juli kemarin adalah hari pertama Kakak Rey sekolah TK-A. Yayy!!! Alhamdulillah, setelah lebih dari 2 tahun pandemi, sekarang keadaan sudah memungkinkan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka. Saya sendiri tidak mau ketinggalan moment, Sengaja saya ambil cuti kantor 5 hari agar bisa maksimal mendampingi kakak pertama sekolah. Sayangnya tidak ada foto kenang - kenangan kakak di backdrop yang sudah disediakan. Malah Adik yang lebih puas foto - foto.

PERLENGKAPAN SEKOLAH YANG HARUS DISIAPKAN




Beberapa hari sebelumnya, saya diundang oleh wali kelas kakak untuk masuk ke Group Whatsapp kelas kakak. Kemudian diinfokan untuk membawa beberapa barang yang harus disiapkan oleh para orang tua. Barang - barang ini nantinya akan ditinggal di sekolah. Jujur, karena baru pertama menyekolahkan anak, saya kaget membaca daftarnya dan lebih kaget lagi setelah tau bahwa barang - barang ini harus sudah ada saat hari pertama sekolah TK. Bukan buku, pensil atau alat tulis lainnya, melainkan barang-barang seperti baju ganti, sarung koko sajadah, sepatu boots, sandal dan lainnya seperti yang ada di gambar atas. Itu artinya saya hanya punya waktu sabtu - minggu untuk mencari semua barang itu karena hari biasa saya dan suami sibuk bekerja. Mencari online pun khawatir akan lama di pengiriman. Tapi alhamdulillah semua barang sudah didapatkan sebelum hari senin. Walaupun setelah pertemuan orang tua di hari minggunya ada perubahan info bahwa kekurangan barang- barangnya bisa menyusul di kemudian hari. hedeeehhh... Tapi mungkin disitu seni nya menyekolahkan anak ya. 


RUTINITAS LAMA DATANG LAGI



Untuk para Ibu sekaligus karyawan kantoran pasti familiar dengan rutinis bangun sepagi mungkin untuk memasak MPASI yang akan dimakan anak-anak kita sepeninggalan kita kerja. Belum lagi jika harus mengerjakan urusan domestik rumah seperti beres-beres, mencuci baju dan lainnya. Mantab ya bundd... hihihii... Sekarang rutinitas itu harus diulang lagi. Bangun sepagi mungkin untuk menyiapkan sarapan kakak plus bekal yang akan dibawa kakak berikut bekal sarapan adik untuk dimakan saat menunggu kakak sekolah. Urusan perbekalan ini cukup tricky juga mengingat kakak yang sangat picky eater. Untungnya saya sempat membuatkan puding yang sudah pasti tidak akan di tolak oleh kakak.

MEMBIASAKAN ANAK MELAKUKAN RUTINITAS PAGI



Sebenarnya kakak sudah biasa bangun pukul 6 pagi. Terlebih malam sebelumnya saya dan suami sudah sounding ke kakak dan adik kalau besok harus bangun pagi karena akan pergi sekolah. Pukul 9 malam sudah harus selesai bermain dan tidur. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Bahkan kak sudah bangun sendiri sebelum saya bangunkan. Namun membiasakan diri untuk minum susu, segera sarapan dan mandi yang sedikit butuh bujuk rayu ekstra karena harus melawan mainan - mainan di rumah yang sudah langsung dimainkan kakak sebangun tidur.

SEDIKIT TERLAMBAT, TAPI SEMANGAT BERSEKOLAH



Hari pertama sudah terlambat sekolah. Hihihii... sayapun sedikit kesal. Padahal kakak sudah siap sejak pagi tapi selain kakak, ada adiknya, ayahnya dan mamanya yang juga harus siap-siap. Jadi maaf ya kak. Tapi senang sekali melihat kakak sangat semangat membawa tasnya sendiri. Tidak boleh ada yang memegang tas nya kecuali dia. 



Sesampainya di sekolah, ternyata sudah ramai para orang tua menemani. Karena sudah terlambat, kakak jadi tidak cek suhu dan cuci tangan dulu deh. Setelah diajak langsung Ms nya untuk menari bersama teman - teman lainnya, kakak menurut saja ikut berkegiatan walaupun terlihat masih bingung.

MENGINTIP DARI JENDELA KELAS



Ruang kelas TK nya masuk ke dalam gedung sekolah dan harus melewati pintu utama yang sudah tertutup setelah anak - anak masuk kelas sehingga kegiatan intip mengintip agak susah dilakukan. Tapi namanya juga naluri ibu, walaupun yakin Kakak tidak akan menangis mencari mamanya selama di kelas, tetap saya saya kepo ingin melihat bagaimana kakak belajar. Alhasil saya ijin untuk mengintip sedikit ke gurunya dan diperbolehkan. Ternyata di dalam sudah ada beberapa ibu yang berdiri di depan jendela kelas untuk melakukan hal yang sama. Belum beberapa saat saya mengintip, Seperti ada yang memberi tahu, tiba-tiba saja saja kakak menoleh ke belakang dan celingukan seperti mencari seseorang. Langsung saja saya menundukkan badan agar tidak ketahuan kalau saya ada di jendela. Walaupun kamera hp saya tetap mengintip. Hihihiii... Kok bisa tau sih kak, ada mama di belakang?

ADIK TIDAK KALAH SEMANGAT MENGANTAR KAKAK



Karena terlambat datang, kakak tidak sempat berfoto dengan backdrop yang sudah disiapkan. Malah adik yang asik foto-foto. Selain itu selama kakak belajar di sekolah. Adik tidak kalah sibuk bermain di playground sekolah. Puas sekali adik jadi penguasa playground sekolah karena para kakak sedang belajar. Main yang puas ya dek. Mumpung masih hari pertama kakak sekolah.



Salam sayang,



Thursday, July 21, 2022

TIPS MEMILIH SEKOLAH PERTAMA UNTUK ANAK

July 21, 2022 2


Tidak terasa Kakak sekarang sudah berusia 4 thn dan sudah waktunya bersekolah. Pengalaman pertama mencari sekolah untuk anak saja sudah cukup menantang ditambah situasi pandemi yang membuat saya benar-benar harus sangat selektif dalam memilih sekolah. Flashback dari pengalaman saya mencari sekolah pertama untuk kakak kemarin, berikut saya rangkum langkah - langkah sekaligus tips memilih sekolah pertama untuk anak saat pandemi.


TENTUKAN TARGET YANG INGIN DICAPAI

ilustrasi : https://anandaislamicschool.com/
Bicarakan dengan pasangan, apa target yang diharapkan dapat sekolah berikan untuk anak kita. Biasanya target dapat ditentukan dari kondisi anak dan keluarga masing-masing. Apakah tujuan kita menyekolahkan anak untuk melatih kemandirian dan kemampuan bersosialisasi anak? Apakah kita ingin anak kita di usia sekian bisa lancar membaca dan menulis? Apakah kita ingin menanamkan pendidikan agama untuk anak kita? Apakah kita ingin membiasakan anak kita dengan pendidikan layaknya di luar negri dengan bahasa asing sebagai bahasa pengantar dan kurikulum yang juga mengikuti kurikulum asing.


Ada anak yang datang dari keluarga dengan tingkat religius yang kental sehingga tidak terlalu memerlukan bantuan pendidikan agama dari sekolah. Mereka hanya membutuhkan bantuan untuk mengajarkan anak - anak mereka membaca dan menulis. Ada juga anak yang sangat pemalu sehingga butuh bersosialisasi dengan anak-anak lain untuk menumbuhkan rasa keberanian dan percaya dirinya. Ada juga anak yang memiliki kemampuan diatas rata-rata sehingga membutuhkan sekolah yang juga bisa mengimbangi kemampuannya. Semuanya kembali lagi ke kondisi dan target masing-masing keluarga.


RISET SEKOLAH - SEKOLAH  YANG MENJADI TARGET

https://www.sunshinekindergarten.com/


Buat list daftar sekolah sekaligus biaya apa saja yang harus dikeluarkan untuk bersekolah disana. Cari tau dari website sekolah - sekolah tersebut. Catat tanggal open house dan pendaftarannya. Pengalaman saya melakukan riset saat pandemi kemarin, Sekolah-sekolah tidak mengadakan open house secara terbuka. Justru hal ini menjadi kesempatan untuk saya berkunjung ke sekolah saat tidak ada event dan lebih leluasa berbincang langsung dengan pengurus sekolah. Perhatikan metode belajar yang mereka gunakan, jam belajar, protokol kesehatan yang diterapkan juga motode pembelajaran jika nantinya kembali harus sekolah melalui daring. Catat semuanya agar bisa menjadi bahan pertimbangan untuk akhirnya.


SURVEY LANGSUNG KE SEKOLAH

ilustrasi : https://mumabroad.com/the-globe-kindergarten-english-nursery-school/


Bawa langsung anak yang ingin kita sekolahkan untuk melihat langsung calon sekolahnya. Cari informasi sebanyak - banyaknya mengenai sekolah itu. Saat melakukan survey langsung, ambil dokumentasi sebanyak - banyaknya. (tentunya dengan seizin pengurusnya ya) Sebagai bahan pertimbangan nantinya. 


Mulai dari kita datang sampai pulang, apakah petugas / guru yang bertugas menyambut dengan ramah dan paham semua informasi baik yang diberikan maupun yang kita tanyakan? Jika iya, berarti secara sistem dan kesiapan sekolah sudah baik. Penyambutan yang ramah juga menggambarkan nantinya apakah guru-guru disana juga akan ramah dan sabar kepada anak-anak kita.


Perhatikan ruang kelas dan sarana bermain yang disediakan. Apakah ruang kelas yang digunakan memiliki sirkulasi udara yang baik? Mengingat kita masih dalam kondisi pandemi, sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk kesehatan anak-anak. Kapasitas murid dalam 1 kelas harus sebanding dengan jumlah guru yang ada untuk menciptakan proses belajar dan mengajar yang efektif. apakah alat-alat bermain yang ada aman untuk dimaikan? adakah yang berkarat, kotor, ataupun usang? Hal ini bisa menjadi potensi resiko untuk keselamatan anak - anak kita kelak.


Selain itu, fasilitas sekolah juga tidak kalah penting. Pada saat berkunjung, periksalah toiletnya. Saya ingat betul saat saya sekolah dulu, saya tidak pernah mau pergi ke toilet sekolah karena kotor dan bau. Alhasil saya selalu menahan buang air kecil sampai saya pulang sekolah. Kebersihan toilet sekolah merupakan parameter penting kepedulian sekolah terhadap kebersihan dan kesehatan murid - muridnya. terutama usia taman kanak kanak yang belum begitu mandiri. Apabila sekolah telat menyediakan toilet dengan ukuran khusus anak tentunya menjadi nilai plus tersendiri.


PERTIMBANGKAN BIAYA SEKOLAH



Untuk pertama masuk, biasanya sekolah akan membebankan uang pendaftaran, uang pangkal, uang seragam dan uang kegiatan tahunan. Sebaiknya tanyakan dengan jelas biaya apa lagi yang harus dibayarkan. Untuk uang tahunan, untuk apa saja uang itu digunakan. Jika nantinya ada kegiatan diluar sekolah, apakah orang tua murid masih akan dibebankan biaya lagi? Untuk usia TK biasanya pihak sekolah belum membebankan buku pelajaran.


Biaya bulanan yang nantinya akan menjadi post pengeluaran rutin kita juga harus diperhatikan. Selain SPP, jarak antara rumah dan sekolah juga menjadi penentu. Biaya antar jemput besarnya bisa mendekati biaya SPP sekolah itu sendiri. Biaya ekstrakurikuler yang diadakan oleh beberapa sekolah dan terkadang tidak diinfokan di awal. Biaya Katering sekolah yang selain bisa menjadi opsi praktis orang tua, juga otomatis akan menjadi tambahan pengeluaran tiap bulannya. Biaya - biaya tidak terduga semacam ini yang harus kita antisipasi. Jangan sampai menghambat di kemudian hari.


LAKUKAN PERBANDINGAN

Ilustrasi: https://www.imaos.id/neraca/biaya-preschool-paud-surabaya/


Setelah survey ke semua target sekolah sudah dilakukan, lakukan perbandingan hasil riset yang sudah kita list sebelumnya. Berikan score untuk masing-masing sekolah. Mulai dari kekurangan dan kelebihannya. Berikan juga solusi dari kekurangan yang ada. Turutkan anak berperan serta dalam mengambil keputusan. Setiap selesai survey, saya biasanya menanyakan ke anak. apakah dia suka sekolahnya? Kemudian, di akhir minta anak memilih sekolah mana yang dia suka. Tunjukkan foto-foto dukumentasi saat survey. Pilihan anak tidak harus menjadi penentu keputusan namun dapat dimasukkan ke dalam score penilaian. Terakhir, bicarakan dengan pasangan sekolah pertama mana yang kiranya terbaik untuk anak kita.




Salam Sayang,










Created by Anisyah Surya. Powered by Blogger.